Rabu, 03 Agustus 2011

Surely those who disbelieve, the same to them, you (Muhammad) warn them or do not warn them, neither will they believe.

 







inna alladziina kafaruu sawaaun 'alayhim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu/minuuna

Surely those who disbelieve, the same to them, you (Muhammad) warn them or do not warn them, neither will they believe.


Does not follow that the advise still be considered normal. but nothing out of line like this, give love even against, prevented when going into a ravine, than say thank you instead encouraged people to stop into a ravine.


At the time of the prophet Jesus who has left his is, and the time of the prophet Moses who Jewry. Jews did not convert to Christianity, as well as the Christians did not convert to Islam when the coming of the Prophet Muhammad. has left people who converted to Islam could be counted with fingers. rather than following the invitation of the Prophet Muhammad, they instead allied with the Jews and Zoroastrian (worshipers of the sun, fire sculptures and Ruling) opposed and did not hesitate to hurt the people of Islam including the Prophet Muhammad. kitabi infidels (Jews & Christians) and Zoroastrian pagan (worshiper of the sun, fire, sculptures, god) will not obey when the Tell and give advice even hostile.

some classes of unbelievers are:
  1. class of atheist who does not believe in Allah at all.
  2. believe in Allah but denies all orders. the devil
  3. resisting kitabi; 1. disbelieve the Gospel, the Qur'an, and disbelief in Jesus, and the Prophet Muhammad. 2. disbelieve in the Quran and the Prophet Muhammad.
  4. the hypocrites
  5. among those who ascribed partners to Allah, that love to worship Allah while worshiping idols 
  6. people who never thankful for the blessings that Allah gives 
  7. those who convert from the religion of Islam to other religions or often called an apostate. 




Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu (Muhammad) beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Tidak menuruti kalau di nasehati masih bisa dianggap wajar. tapi ada yang kelewatan seperti ini, dikasihi malah menentang, dikangenin malah mukul. di cegah ketika mau masuk jurang, daripada bilang terimakasih malah di dorong masuk jurang orang yang mencegahnya. seperti air susu dibalas air tuba.

Pada zaman nabi Isa yang kaom nya adalah nasrani, dan zaman nabi Musa yang kaomnya Yahudi. orang-orang yahudi tidak mau masuk nasrani, begitu juga orang-orang nasrani tidak mau masuk islam ketika datangnya Nabi Muhammad. orang nasrani yang masuk islam bisa di hitung dengan jari. daripada mengikuti ajakan Nabi Muhammad, mereka malah bersekutu dengna orang yahudi dan majusi (penyembah Matahari, patung api dan sebagainya) menentang dan tidak segan-segan menyakiti orang islam termasuk Nabi Muhammad. orang-orang kafir kitabi (yahudi & nasrani) dan kafir majusi (penyembah matahari, api, patung, dewa) itu di beritau dan di beri nasehat tidak akan menuruti malah memusihi.

beberapa golongan orang kafir diantaranya:
  1. golongan orang ateis yang tidak percaya sama sekali kepada Allah
  2. percaya terhadap Allah tapi membantah seluruh perintahnya. yaitu iblis
  3. golongan kafir kitabi; 1. kafir terhadap injil, Al-quran, kafir kepada Nabi isa, dan kepada Nabi Muhammad. 2. kafir kepada Al-Quran dan kepada Nabi Muhammad.
  4. golongan orang yang munatif 
  5. golongan orang yang musrik yaitu suka menyembah Allah sambil menyembah berhala
  6. orang yang tidak pernah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan
  7. orang-orang yang pindah agama dari agama islam kepada agama yang lain atau sering di sebut murtad.



   

 



It is they who receive guidance from their Lord, and they're the lucky ones.






ulaa-ika 'alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humu almuflihuuna 
It is they who receive guidance from their Lord, and they're the lucky ones.

Explanation of the lucky ones already discussed in the previous paragraph. which is called the lucky person is someone who include experts heaven. so of Paradise that is, those who find happiness that does not exist ultimately that means forever be happy. Paradise is a garden of happiness that is unrivaled. Differences in happiness in this world with heaven is, pleasure in the world is often accompanied by sorrow, sometimes happy, sometimes sad. laughter turns to tears. other than that life in this world nothing is lasting all the right to die and be raised again as described in the preceding paragraph. we just choose to go home to a garden paradise that there is no limit and the end of happiness, or we go the opposite of heaven hell of endless misery..

ulaa-ika 'alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humu almuflihuuna
 Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.


Penjelasan mengenai orang yang beruntung sudah di bahas di ayat sebelumnya. yang di sebut orang yang berutung adalah orang yang termasuk ahli surga. jadi ahli surga yaitu orang yang mendapatkan kebahagiaan yang tidak ada akhirnya itu artinya selamanya akan bahagia. surga adalah taman kebahagiaan yang tidak ada bandingannya. Perbedaan kebahagian  dunia dengan di surga adalah, kesenangan di dunia sering di barengi oleh duka, terkadang suka, terkadang duka. tertawa silih berganti dengan tangis. selain itu kehidupan di dunia ini tidak lah langgeng semua orang kan mati dan di bangkitkan lagi seperti yang di jelaskan di ayat sebelumnya. kita tinggal memilih mau pulang ke taman surga yang tidak ada batasannya dan akhir kebahagiaan atau kita pulang ke nerakan yang sebaliknya dari surga yaitu kesengsaraan tiada akhir.



Jumat, 27 Mei 2011

And those who believe in (the Quran) revealed to you (Muhammad) and (the books) which revealed before thee. And they believe that there is hereafter



Walladziina yu’minuuna bimaa unn-zila ilaika wa maa unn-zila mingqablik. Wa bil-aakhirati hum yuuqinuun.









And those who believe in (the Quran) revealed to you (Muhammad) and (the books) which revealed before thee. And they believe that there is hereafter

Which revealed to the Muhammad is the Qur'an and who was sent down before the Koran was Gospel, the Psalms, Tauret, and 100 Shuhuf. Continuation of the characteristics of a pious man who discussed previously there are three features of the mentioned in section 3 (Alladziina yu'minuuna ghaibi bil wa-wa yuqiimuunashshalaata mimmaarazaqnaahum yum-fiquun). previous. The fourth, fifth and sixth will be in the language in this section. The fourth is the faith of the Koran, which the fifth is the faith of the gospel, the Psalms, Tauret, and Shuhuf. The sixth is to have a belief that the afterlife is definitely there.

Faith in the Koran is believed that the Quran is guidance from God that must be in the know and in reading, the study of meaning and its meaning later in the resume practicing as a whole. It should not be in bits and pieces but in the whole. should not be selecting only the content of which in like just based on lust, but should as a whole.

In this verse states that are pious Muslims who believe in the books and shuhuf who was sent down before the Quran as well. It means all books and shuhuf it is truly God's revelation in the legal and compulsory resume practicing in accordance with his time (probably still remember about the car's manual 90s can not be used for manual cars 2000s).

Shuhuf-shuhuf a valid and correct within some period of time, from Prophet Adam to Prophet Moses. After the Prophet Moses received the book Tauret, all Shuhuf replaced and enhanced by a mandatory book Tauret run by the people of Israel. Time of the Prophet Moses was a very long time and duration as well as carried by some of the Prophet sustainable. In starting the prophet Moses, then Aaron, then continued the Prophet David, Prophet Solomon continued, followed Elijah, and then ddilanjutkan Prophet Elisha, then continued the Prophet Uzer, then continued the Prophet Job, and then followed the prophet Jonah, then followed by the Prophet Zakariya and last by John.

After the time of Prophet Moses, later replaced by the era of Prophet 'Isa. Tauret that the designation at the time of the Prophet Moses was replaced and perfected by the gospel is valid and shall be run by the people of Israel, who called the Christians now.

Prophet Abraham was the last time period that brought and taught religion of Islam. The Book of God's legitimate for Muslims who must run in the period of the Prophet cover, no other is the Quran. So, faith in the book before the Quran does not mean having to read and practice the books before the Quran in the present, but must believe that all our books that is a revelation of God revealed and addressed to each period (the period). Also today there is no book that is original, even if there is already experiencing changes and deviations.

Clearer explanation of the books are in verse 106 and will be discussed further (maa nann-sakh min aayatin au nunn-sihaa na’ti bikhairimmin-haa au mits-lihaa, a lam ta’lam annallaaha ‘alaa kulli syai-ing qadir)

Godly characteristics of the six are believed and believe that hereafter it must exist on the basis of scientific belief (of Al-Quran). People who believe in the hereafter would believe in the Day of Judgement from the supreme ruler. Heaven for those who do good and pious practice charity, hell for unbelievers.

Faith in the Day of Judgement is to make a guide for us to control life in this world. Running throughout the command and away from the ban.
         


Dan mereka yang beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepada mu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang diturunkan sebelum engkau. Dan mereka yakin akan adanya akhirat  

Yang di turunkan kepada Muhammad adalah Al-Quran dan yang di turunkan sebelum Al-Quran adalah Injul, Zabur, Tauret dan beberapa Shuhuf.  Kelanjutan dari ciri-ciri manusia yang bertaqwa yang di bahas sebelumnya ada tiga ciri yang di sebutkan di ayat 3 (Alladziina yu’minuuna bil-ghaibi wa yuqiimuunashshalaata wa mimmaarazaqnaahum yum-fiquun) sebelumnya. Yang ke empat, kelima dan ke enam akan di bahasa di ayat ini. Yang ke empat adalah iman kepada Al-Quran, yang ke lima adalah iman kepada injil, Zabur, Tauret dan Shuhuf. Yang ke enam adalah mempunyai keyakinan bahwa akhirat itu pasti ada.

Iman kepada Al-quran adalah percaya bahwa Al-Quran itu adalah petunjuk dari Allah yang wajib di ketahui dan di baca, di telaah arti dan maknanya kemudian di amalkan secara keseluruhan. Tidak boleh secara sepotong-sepotong tetapi secara ke seluruhan . tidak boleh memilih hanya kandungan yang di sukai saja berdasarkan hawa nafsu tetapi harus secara keseluruhan.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa umat islam yang bertaqwa adalah yang beriman kepada kitab-kitab dan shuhuf yang di turunkan sebelum Al-Quran juga.  Artinya adalah semua kitab dan shuhuf itu adalah benar-benar wahyu Ilahi yang syah dan wajib di amalkan pada masanya masing-masing (mungkin masih ingat mengenai buku manual mobil tahun 90an tidak bisa di pakai untuk mobil tahun 2000an).

Shuhuf-shuhuf yang syah dan benar  berada  dalam beberapa kurun waktu, dari mulai Nabi Adam sampai Nabi Musa. Sesudah Nabi Musa menerima kitab Tauret, seluruh Shuhuf di ganti dan disempurnakan oleh kitab Tauret yang wajib di amalkan oleh orang-orang bani Israil. Zaman Nabi Musa itu waktunya sangat panjang dan lama serta diemban oleh beberapa Nabi yang berkesinambungan. Di awali oleh Nabi Musa, kemudian Nabi Harun, kemudian di sambung Nabi Daud, disambung Nabi Sulaiman, disambung Nabi Ilyas, kemudian di sambung Nabi Ilyasa, kemudian di sambung Nabi Uzer, kemudian Di sambung Nabi Ayub, kemudian di sambung Nabi Yunus, Kemudian di sambung oleh Nabi Zakariya dan Nabi Yahya.
Habis masa Nabi Musa, kemudian di ganti oleh masanya Nabi ‘Isa. Tauret yang di peruntukan pada zaman Nabi Musa di ganti dan di sempurnakan dengan Injil yang syah dan wajib diamalkan oleh orang-orang bani Israil, yang di sebut kaoum Nasrani.

Millata Ibrahim sebagai masa terakhir yaitu agama islam. Kitab Allah yang syah untuk umat islam yang wajib diamalkan dalam kurun waktu Nabi penutup, tiada lain adalah Al-Quran. Jadi, iman kepada kitab sebelum Al-Quran bukan berarti mengandung arti  harus membaca dan mengamalkan kitab-kitab sebelum Al-Quran di masa sekarang , tetapi harus percaya bahwa semua kitab-kita ituh adalah wahyu Allah yang diturunkan dan ditujukan kepada masing-masing masa (kurun waktu atau zaman). Selain itu sekarang ini sudah tidak ada kitab yang asli, kalaupun ada itu sudah mengalami perubahan dan penyimpangan.

Penjelasan lebih jelas mengenai kitab-kitab ada dalam ayat 106 dan akan di bahas selanjutnya (maa nann-sakh min aayatin au nunn-sihaa na’ti bikhairimmin-haa au mits-lihaa, a lam ta’lam annallaaha ‘alaa kulli syai-ing qadir)
Ciri taqwa yang ke enam adalah percaya dan yakin bahwa akhirat itu pasti ada secara ilmal-yakin. Orang yang percaya akan adanya akhirat pasti percaya akan adanya hari pembalasan dari sang maha penguasa. Surga bagi orang yang berbuat baik dan mengamalkan amal soleh, neraka bagi orang yang kafir.

Iman kepada hari pembalasan itu menjadikan pedoman bagi kita untuk mengendalikan kehidupan di dunia ini. Menjalankan seluruh perintahnya dan menjauhi seluruh larangannya.






Kamis, 19 Mei 2011

That is, people who believe in the supernatural, who founded the prayer (Shalat) and give some property of what We have given you.







Alladziina yu’minuuna bil-ghaibi wa yuqiimuunashshalaata wa mimmaarazaqnaahum yum-fiquun.

That is, people who believe in the supernatural, who founded the prayer and give some property of what We have given you.


Faith is believing with confidence. Confidence arising from the sensory and based on scientific. Like to believe that blood is red because it can be seen by the eye. Believe there is a radio broadcast because the sounds by ear. Sugar is sweet because it can be felt by our tongue. Confidence based on these sensory called 'Ainal-yaqin. Long before television existed, we already believe that there are north of the north pole, and in the south is the south pole because there is science. The belief that science based on call 'ilmal-yaqin. Most of us do not know exactly what is on the two poles, but we believe that at the two poles there is life.

Belief in the truth of sensory and scientific guidance for humans so it is not absolute. Exact science like mathematics, physics and other sciences can not say absolutely because it can change with the development of human thought and development of the era.

  1. When we stand between rail train and then we looked away to follow the rail train, then we will see the further we look the more united the two rail train. This is indicating that the vision we can not say absolutely, because it could not comply with the truth.
  2. When we hear an announcement that sounded vaguely together with some friends, then the hearing and the perception among us will certainly be different. That means that hearing we also can not say absolutely what we sometimes like to exaggerate things and reduce simultaneously. When we are sick, our tongues like a problem. What if the milk is mixed according to the logic of sugar then the milk would taste sweet. But for the ailing whether the milk is already in the mix the sugar will taste sweet? That means that something must have been like tongue to taste can also be wrong sometimes.
  3. Previously, before the development of science developed rapidly, it was thought that the earth was flat, but as the development of science and technology irrefutable presumption that if the earth was round. Well this signifies that science can not say absolutely.
It turned out that human beliefs on the basis of assessment of sensory ('Ainal-yaqin) and scientific (' ilmal-yaqin) have not reached the level of absolute confidence (haqqul-sure). Unless based on the knowledge of Al-Quran which was clearly not in doubt that the content contained therein.

Invisibility means not enough just to prove it with a tool in our senses. Can not see, can not hear, can not be in touch. Examples of hell and heaven was magical. Allah is the most supernatural.

The characteristics of the righteous is 1. Faith in things goib. 2. Establish the prayer. 3. Giving alms from some of his property.

Faith in the supernatural can still thrive if planted in us are always on the watered with science ('ilmal-yaqin). We trust and believe that God is there and real, we believe that heaven and hell does exist, we believe that barjah and netherworld it's because we've studied the science of Allah that is given directly to us in the form Al-Quran. We're sure that if it goib (hereafter, heaven and, hell) exists because there and discussed in the letters of Al-Quran.

The discussion of Sholat in verse 43 will be discussed next.

The characteristics of a pious man, the third is to give some of his wealth to the needy, such as paying zakat, infaq and sadaqoh to who really needs such as orphans, and the poor.

If we want to be classified to the pious people, then we must truly a mighty faith in God and sincere in this magical run all the command and away from any ban. Faith is a way of life for the entire Islamic ummah. Faith without deeds is likened weak can not stand, a charity without faith is like standing but weak. Now carried on now definitely broken again. Sample a variety of charity without faith such as corruption, collusion, cheating, make weapons to attack innocent people and so forth.



Alladziina yu’minuuna bil-ghaibi wa yuqiimuunashshalaata wa mimmaarazaqnaahum yum-fiquun.
 
Yaitu orang-orang yang percaya terhadap hal gaib, yang mendirikan sholat dan memberikan sebagian rejeqinya dari apa yang Kami berikan kepada mu.

Iman adalah percaya dengan keyakinan. Keyakinan timbul berdasarkan indrawi dan berdasarkan ilmiah. Seperti meyakini bahwa darah itu berwarna merah karena dapat terlihat oleh mata. Percaya adanya siaran radio karena terdengar oleh telinga. Gula itu rasanya manis karena memang bisa di rasakan oleh lidah kita. Keyakinan berdasarkan indrawi ini di sebut ‘ainal-yaqin. Jauh sebelum siaran televisi ada, kita sudah percaya kalau di utara terdapat kutub utara, dan di selatan ada kutub selatan karena ada ilmu pengetahuan. 
Kepercayaan yang berdasarkan ilmu pengetahuan di sebut ‘ilmal-yaqin. Sebagian dari kita tidak mengetahui persis apa yang ada di kedua kutub itu, tetapi kita yakin kalau di kedua kutub itu memang ada kehidupan.

Keyakinan akan kebenaran indrawi dan ilmiah yang jadi pegangan bagi manusia itu tidak mutlak. Ilmu pasti seperti matematika, fisika dan yang lainnya tidak bisa dikatakan ilmu mutlak karena bisa berubah seiring perkembangan pemikiran manusia dan perkembangan jaman. 

  1. Ketika kita berdiri di antara rail kereta kemudian kita memandang jauh mengikuti alur rail kereta itu, maka kita akan melihat semakin jauh pandangan kita maka semakin bersatu kedua rail kereta itu. Hal ini lah menandakan bahwa penglihatan kita tidak bisa di katakan mutlak, karena bisa saja tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
  2. Ketika kita mendengarkan pengumuman yang terdengar samar-sama bersama beberapa teman kita, maka pendengaran dan persepsi  di antara kita pasti akan berbeda-beda. Itu artinya bahwa pendengaran kita juga tidak bisa di katakan mutlak apa lagi terkadang kita suka melebih-lebihkan sesuatu dan mengurangi secara bersamaan. Ketika kita sedang sakit, lidah kita suka bermasalah. Apa bila susu di campur gula maka menurut logika rasa susu itu pasti manis. Tetapi untuk yang sedang sakit apakah susu yang sudah di campur gula itu rasanya akan terasa manis? Itu artinya bahwa sesuatu hal yang pasti seperti lidah untuk mencecap terkadang juga bisa salah.
  3. Dahulu sebelum perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat, ada anggapan bahwa bumi itu datar, tetapi seiring perkembangan ilmu dan tekhnologi anggapan itu terbantahkan kalau bumi itu ternyata bulat. Nah hal ini menandakan bahwa ilmu pengetahuan juga tidak bisa di katakan mutlak.

Ternyata keyakinan manusia atas dasar penaksiran indrawi (‘ainal-yaqin) dan ilmiah (‘ilmal-yaqin) tidak sampai pada tingkatan keyakinan mutlak (haqqul-yakin). Kecuali berdasarkan ilmu Al-Quran yang sudah jelas tidak bisa di ragukan lagi isi yang terkandung di dalamnya. 

Gaib artinya tidak cukup hanya di buktikan dengan alat indra kita. Tidak bisa di lihat, tidak bisa di dengar, tidak bisa di raba. Contohnya neraka dan surga itu goib. Yang maha goib adalah Allah maha goib.

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah 1. Iman kepada hal goib. 2. Mendirikan sholat. 3. Memberikan sedekah dari sebagian hartanya.

Iman kepada hal yang gaib  bisa tetap  tumbuh dengan subur tertanam dalam diri kita seandainya selalu di siram dengan  ilmu pengetahuan (‘ilmal-yaqin). Kita percaya dan yakin bahwa Allah itu ada dan nyata, kita percaya bahwa surga dan neraka itu ada, kita yakin bahwa apa-apa yang ada di alam barjah dan alam akhirat itu karena kita sudah mempelajari ilmu pengetahuan yang di berikan Allah langsung kepada kita berupa Al-Quran. Kita sudah yakin kalau hal goib (akhirat,surga dan, neraka) ada karena ada dan di bahas di dalam surat-surat Al-Quran.

Pembahasan mengenai sholat akan di bahhas di ayat 43 selanjutnya.

Ciri-ciri manusia yang bertaqwa yang ketiga adalah memberikan sebagain rejeqinya kepada yang hak, seperti membayar zakat, infaq dan sadaqoh kepada yang benar-benar membutuhkan seperti anak-anak yatim,  dan fakir miskin.

Kalau kita ingin di golongkan kepada orang-orang yang bertaqwa, maka kita harus benar-benar iman kepada Allah yang maha goib serta ikhlas dalam hal menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Iman merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat islam. Iman tanpa amal di ibaratkan lemah tidak bisa berdiri, amal tanpa iman ibarat berdiri tapi lemah. Sekarang di laksanakan sekarang pasti hancur lagi.  Contoh macam-macam amal tanpa iman seperti korupsi, kolusi, menipu , membuat senjata untuk menyerang orang yang tidak bersalah dan sebagainya.         

Kamis, 28 April 2011

The book (the Koran) is no doubt the contents of the instructions to the people who devoted

 




dzaalikal-kitaabu laa raiba fiihi hudallil-muttaqiin.
the book (the Koran) is no doubt the contents of the instructions for the pious.

Any person who has a car factory, before making a car would be made in advance the manuals books. if every year the car made with type and shape are different, the manuals book were definitely different. manual book 90s cars certainly will not be used for cars made in 2000s. if we use a manual or user guide for cars of the 90s for cars 2000s, it clearly will be destroyed, what more when we use the manual for Ford brand cars for the car Nissan brand is clear the results would be messy.
Allah created each human being aims to become the Caliph on earth. to arrange for humans on this planet safe and happy in every era, Allah gives clues to human life.

The book was Allah given for a instructions from the period of Prophet Adam till Prophet Muhammad's period. From the time of Prophet Adam till the time of Prophet Moses, the number of books called shuhuf that there are 100 shuhuf then replaced into one big book, which is called Tauret at the time of Prophet Moses. Then the Prophet Moses following by the time of Prophet 'Isa. at the time of Prophet 'Isa, the book Tauret replaced and perfected the Gospels (Bible) after end-of Prophet' Isa, then continue with the closing time of the Prophet is the Prophet Muhammad, the Gospel (Bible) was in the dressing and perfected by Holy book the Koran.

Tauret it's the only book of Allah legitimate instructions in the time of Prophet Moses to the children of Israel (Jews). then a valid guide in the time of Prophet 'Isa is the Gospel (Bible). then the start time of Prophet Muhammad until Judgement is a book of the Quran to all mankind on earth. if at the time of the prophet Muhammad there that still use the book or books of the Bible or the Tauret like using a manual care book 90s for the car 2000s.

dzaalikal-kitaabu laa raiba fiihi hudallil-muttaqiin.
kitab itu (Al-Quran) tidak diragukan lagi isinya yaitu petunjuk untuk orang-orang yang bertaqwa.


Setiap ornag yang mempunyai pabrik mobil, setiap membuat mobil pasti dibuat terlebih dahulu buku petunjuknya atau buku manualnya. kalau setiap tahun mobil di bikin dan jenis serta bentuknya berbeda, pasti bukunya pun berbeda pula. buku petunjuk mobil kijang ekstra tahun 90an tentu saja tidak akan terpakai untuk mobil kijang inova atau apansa. kalau kita menggunakan buku manual atau buku petunjuk mobil kijang tahun 90an untuk mobil inova maka jelas mobil inova itu pasti ancur, apa lagi ketika kita menggunakan buku manual mobil merek ford untuk mobil nisan jelas hasilnya pasti berantakan. Hal ini kita katakan bahwa buku petunjuk itu hanya merupakan ciptaan manusia untuk salah satu jenis kendaraan saja dan tidak bisa di jadikan buku manual atau petunjuk untuk jenis mobil yang lain. berbeda dengan Allah.

Allah SWT menciptakan masing-masing manusia bertujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. untuk mengatur supaya manusia di muka bumi ini selamat serta bahagia di setiap jaman, Allah memberikan petunjuk untuk kehidupan manusia.

Buku petunjuk itu, Allah berikan dari kurun waktu Nabi Adam sampai kurun waktu Nabi Muhammad SAW. Dari jaman Nabi Adam sampai jaman Nabi Musa, jumlah buku yang di sebut shuhuf itu ada 100 shuhuf kemudian di ganti menjadi satu kubu yang besar, yang di sebut Tauret pada jaman Nabi Musa. Kemudian jaman Nabi Musa di lanjutkan oleh Jamanya Nabi 'Isa. di jaman Nabi 'Isa ini, kitab Tauret di ganti dan di sempurnakan dengan kitab Injil (Bible) setelah habis waktu Nabi 'Isa, maka di lanjutkan jamannya Nabi penutup yaitu jaman Nabi Muhammad SAW, Injil pun di ganti dan di sempurnakan oleh Kitab Al-Quran.

Tauret itu satu-satunya buku petunjuk dari Allah SWT yang syah di jaman Nabi Musa untuk kaum bani Israil (Yahudi kalau sebutan sekarang). kemudian buku petunjuk yang syah di jaman Nabi 'Isa yaitu injil (Bible). kemudian dari mulai jaman Nabi Muhammad SAW sampai kiamat adalah buku atau kitab Al-Qur'an untuk seluruh umat manusia di muka bumi. kalau di jaman nabi Muhammad ada yang masih menggunakan buku atau kitab Injil atau Tauret seperti menggunakan buku petunjuk manual mobil kjang tahun 90an untuk mengoperasikan mobil inove tahun 2000an.

Buku petunjuk di jaman Nabi Muhammad sekarang yaitu Al-Quran, ketika kita menggunakan buku petunjuk yang sebelumnya di jaman sekarang ini, apa lagi menggunakan buku petunjuk bikinan manusia, apa bedanya ketika kita menggunakan buku petunjuk tukang becak di gunakan untuk mobil apa lagi mobilnya inova, pasti mobil inova itu tdak akan jalan dan pasti rusak.

Al-Quran berisikan petunjuk ciptaan Allah yang sudah pasti sangat bagus dan tidak ada duanya dan tidak ada yang menyamainya ketika kita menggunakan nya sesuai dengan peruntukannya. Manusia yang mengikuti petunjuknya yaitu manusia yang bertakwa. yang iman serta bertakwa menjalankan seluruh perintahnya dan menjaauhi segala larangannya.

Selasa, 26 April 2011

that is, people who are given instructions / favor of God, not the way people in the hated by God and not the way the people that were lost.






shiraathallazina an'am-ta 'alaihim ghairil-magh-dhuubi 'alaihim waladhaalliin.
yaitu orang-orang yang diberikan petunjuk/ nikmat Allah, bukan jalan orang-orang yang di benci oleh Allah dan bukan jalan orang-orang yang ter sesat.

Yang kita minta kepada Allah yaitu Dinul Islam yang asli diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang di sebutkan di atas di tulisan sebelumnya.yaitu agam orang-orang yang diberi petunjuk seperti para shahabat, dan para pengikutnya, bukan jalan yang sudah di sesatkan oleh Nabi palsu dan golongan munafikin.Bukan agama yang sudah di campuri oleh rupa-rupa kebathilan seperti Bid'ah, tahyul dan kemusrikan yang di bikin oleh manusia.

Agama yang hak tidak menyimpang dari Al-Qur'an dan Hadis, kalau Agama bathil adalah yang sudah di campuri oleh aturan yang di bikin oleh manusia. Hr. Muslim menjelaskan bahwa pernyataan yang paling benar adalah kitab Allah yaitu Al-Qur'an, dan petunjuk yang paling sempurna yaitu petunjuk Nabi Muhammad. yang paling jelek adalah aturan yang di buat-buat yang di sebut bid'ah dan setiap bid'ah adalah menyesatkan serta setiap yang menyesatkan menjadi kan kita masuk neraka.

Bid'ah dalam hal Akidah disebut bid'ah i'tiqadiyah seperti; tajsim, tasybih, hulul, tanasuh, ittihad, wihdatul wujud.

Tajsim yaitu suatu faham yang menyamakan wujud Allah dengan wujud mahluk contohnya seperti; Allah mempunyai panca indera seperti mahluk diantaranya mempunyai mata, telinga seperti mahluk. itu di sebut Bid'ah Tajsim.
Tasybi yaitu menyamakan sifa Allah dengan sifat mahluk contohnya; Allah dan Malaikat sama-sama suci, Allah dengan aherat sama-sama goib. 
Hulul (titisan-inkarnasi) tanasuh (re-inkarnasi) 
Ittihad, yang dimaksud ini adalah Bahwa Allah bersatu dengan zat mahluk sampai ada anggapan bahwa Allah itu adalah kita,
wihdatul wujud. adalah apa yang ada di langit dan di bumi merupakan perwujudan Allah. sampai ada seorang syeh tariqat menyebutkan bahwa saya itu Allah dan Allah itu saya, oleh karena itu kita tidak wajib menyembah Allah karena kita manusia itu adalah Allah. coba kita bandingkan hal ini dengan ayat 5 diatas (iyyaaka na 'budu wa iyyaaka nasta'iin) kita pasti akan langsung mengetahui bahwa faham ini adalah sesat dan menyesatkan.

Dalam hal ibadah Badaniyah, seperti Sholat yang tidak ada dalam Al-Qur'an dan Hadis seperti mengucapkan ushalli merupakan hasil ijtihad menggunakan metode kiasan kepada talbiyah. Imam Safe'i menegaskan bahwa tidak ada kiasan dalam beribadah. Memang betul setiap ibadah haruslah menggunakan niat. kalau kita mau mendirikan sholat, maka kita berniat mendirikan sholat karena Allah itu di sebut ushally tapi yang namanya niat itu di dalam hati bukan di bibir.

Bid'ah ibadah maaliyah seperti wajib zakat ONH
Bid'ah ibadah badaniyah wa maaliyah adalah seperti menganggap tidak syah atau tidak afdhal melakukan ibadah hajji kalau tidak jiarah ke madinah, padahal ibadah hajji tidak ada kaitannya dengan jiarah ke madinah. Yang termasuk manasik hajji adalah thawaf, sa'i dan tahalul di Masjidil-Haram, wukuf di Arafah, mabbit di Muzdalifah, kemudan jamrah di mina. kalau jiarah ke Madinah itu hukumnya sunat di luar ibadah hajji.

Kemudian yang terakhir dalam tulisan ini adalah bid'ah ibadah muamalah seperti mengubur kepala kerbau, sapi, kambing, sebelum membangun rumah atau jembatan dengan membaca basmalah dan di tutup sama do'a.

Hopefully we are all given instructions that the straight streets.




ihdinashshiraathal-mus-taqim
mudah-mudahan kami semua di berikan petunjuk kejalan yang lurus.

Jalan yang lurus yang dimaksud disini adalah tiada lain kecuali agama islam. yang di sebut dengan agama ada dua jenis yaitu; 1. agama ardhi dan 2. agama samawi.

1. agama ardhi adalah merupakan hasil cipta karsa para tokoh yang mempunyai pengetahuan yang luas dan sangat tinggi dan mempunyai pengalaman yang jauh melebihi pengalaman hidup orang yang lain dan mempunyai hati yang bersih dan baik, menurut keyakinan para pengikut-pengikutnya. bahkan tidak sedikit orang atau para pengikutnya yang percaya bahwa tokoh atau pemimpin agama itu bukan orang sembarangan dan sejajar dengan para dewa yang bisa melihat dan mengetahui apa-apa yang akan terjadi di hari esok dan lusa. Agama seperti ini termasuk kepada budaya seperti kepercayaan yang direkayasa dari filsafat agama-agama yang sudah ada.

2. agama samawi.adalah agama yang berdasarkan wahyu ilahi yang diturunkan kepada para Rasul, yang dimulai dari nabi pertama yaitu Nabi Adam sampai kepada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad. Agama samawi dimulai dari Nabi Ibrahim disebut Millata Ibrahim. Millata Ibrahim dimasa Nabi Musa bagi kaum Israil disebut dengan Agama Yahudi serta di masa Nabi Isa disebut agama nasrani  kemudian di sambung di masa Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad. Millata Ibrahim dalam kurun waktu Nabi Muhammad untuk seluruh umat manusia yang yang ada di bumi di sebut Diinul Islam.

Di setiap kurun waktu ada yang termasuk manusia setan, karena benci kepada para Nabi. Benci karena ayat-ayat Allah yang tidak sesuai dengan setiap kesukaannya. Umat Yahudi yang benar-benar memegang kitab Tauret yang asli pada jaman Nabi Musa, Umat Nasrani yang benar-benar memegang kita Injil (bible) pada jaman Nabi Isa, dan umat Islam yang benar-benar memegang Al-Quran dan Hadis pada masa Nabi Muhammad. Tidak ada hentinya kesusahan karena di ganggu orang yang sengaja memihak kepada orang munafikin yang meng acak-acak aturan dan menyimpangkan aturan yang sudah lurus dan benar sehingga keluar dari aturan yang ditentukan oleh Allah.


Sebagai contoh ketika Rasullulah sudah meninggal dunia, banyak orang yang mengaku menjadi nabi seperti; Musailamatul Kadzdzab, Al-Muhtar, Ibnu Sam'an, Amr bin Harb sama Al-mu'niul Qasar. selain itu ada dua master munafikin yaitu Abdullah bin Ubay dengan Abdullah bin Saba yang menyusup kepada kaum muslimin dengan menggunakan pakaian ulama. Abdullah bin Saba berpura-pura membela Ahlul-Bait, dengan memuji-miji Ali bin Abi Thalib sampai habis-habisan bahkan sampai melebihi batas. katanya Muhammad itu Tuhan, setelah meninggal dunia kemudian turun kepada Ali bin Abi Thalib sebagai reinkarnasi. setelah Ali di bunuh oleh Ibnu Muljam dari kolongan Khawarij, kemmudian berinkarnasi menjadi Hasan, kemudian menurut cerita Ali bin Abi Thalib tidak meninggal tetapi menghilang. Kalau ada badai dan petir, itu disebabkan karena suara pecut Ali yang sedang mengendarai kuda putih. kemudian Hasan ber inkarnasi atau diturunkan kepada Husen kemudian turun temurun sampai pada Imam Mahdi yang nanti akan turun ke bumi untuk membasmi Kezaliman di akhir jaman.

Ada lagi yaitu Mirza Ali Muhammad, yang dilahirkan di Syairaz tahun 1819 M. dia di kenadlikan oleh golongan komunis Ruslan, mengaku-ngaku jadi Nabi bahkan tidak tanggung-tanggung menyebutkan dirinya sebagai tuhan. yang kemudian mendirikan agama Bahaiyah di Persi (Iran) dan membuat tiruan Al-Qur'an yang di sebut Al-Bayan.

Di India ada Mirza Ghulan Ahmad mengaku menjadi Nabi, kemudian mendirikan Ahmadiyah. Mirza ghulam tidak kalah sama Ali yang mengaku menjadi Tuhan. keduanya menurut cerita akan menjadi Imam Mahdi. cuman tidak tahu ada berapa Imam Mahdi, katanya ada Imam Mahdi tingkat internatsioanl, tingkat nasional dan tingkat lokal.

Oleh karena itu, kita meminta petunjuk kepada Allah supaya kita di berikan petunjuk untuk kembali ke jalan Dinul Islam yang murni yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. tetapi permintaan itu harus di barengi dengan berusaha supaya menemukan jalan yang lurus yaitu dengan cara ngaji atau mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an sampai menemukan inti dari semua ini. Kalau kita sudah menelaah ayat-ayat Al-Qur'an secara benar dan mantaf, kita akan mengetahui mana islam yang benar dan mana islam yang menyimpang.